Apa itu Cloud Storage? Pengertian, Cara Kerja, dan Kegunaannya

Telecommunication
Telecommunication
Apr 12, 2023
Di Posting Pada 12 Apr 2023

Dahulu ketika Anda ingin menyimpan atau mengirim file dari satu gawai ke gawai lain, Anda harus menggunakan flashdisk, floppy disk (disket) atau CD. Namun saat ini, Anda bisa menyimpannya di aplikasi seperti Google Drive atau OneDrive dan file tersebut bisa diakses melalui gawai apapun selama alat tersebut tersambung dengan internet. 

Google Drive dan OneDrive adalah dua contoh aplikasi yang memanfaatkan teknologi penyimpanan terbaru bernama cloud storage. Teknologi penyimpanan yang juga disebut dengan penyimpanan awan ini digadang-gadang lebih efisien untuk bisnis dibandingkan dengan offline storage seperti flashdisk. Ketahui selengkapnya di uraian berikut ini.

Pengertian Cloud Storage

Cloud storage adalah layanan penyimpanan file atau data di internet menggunakan jasa perusahaan penyedia layanan cloud computing. Dengannya, Anda bisa mengakses data tersebut di mana saja selama ada koneksi internet.

Adapun tugas dari perusahaan penyedia layanan cloud storage adalah untuk memastikan kalau data yang Anda simpan aman dan dapat diakses dengan cara mengelola jaringan, server dan infrastruktur terkait dengan baik.

Unggah dari device ke cloud.

Dibandingkan dengan flashdisk atau penyimpanan offline lainnya, sistem cloud storage lebih efisien, sebab Anda tidak perlu takut kehabisan tempat untuk menyimpan data, takut terkena virus atau takut karena hardware penyimpan data tersebut hilang. Dengan menggunakan teknologi ini, Anda bisa mengakses file tersebut di mana pun dan kapan pun selama Anda bisa mengakses internet dan data tersebut aman dari virus.

Individu biasanya menggunakan cloud storage untuk menyimpan data seperti gambar, file, atau dokumen. Sedangkan pada bisnis, cloud storage biasanya digunakan untuk kebutuhan yang lebih rumit seperti data backup, membuat DevOps projects, pengarsipan data (archiving), dan lain sebagainya.

Cara Kerja Cloud Storage

Salah satu keunggulan menyimpan file atau data menggunakan penyimpanan awan adalah kepraktisannya. Sebab, cara kerja sistem ini cukup mudah, yaitu:

  1. Anda mengirim file atau data melalui jaringan internet ke komputer yang disebut dengan server
  2. Server ini disimpan dan dikelola di sebuah tempat bernama data center. Biasanya, data yang dikirimkan pelanggan tidak hanya disimpan di server sebuah data center saja. Namun, juga disimpan di sejumlah server di beberapa data center di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk berjaga-jaga jika ada satu server atau data center yang mengalami kerusakan. 
  3. Anda lantas dapat mengunduh dan membagikan file yang disimpan tersebut kepada orang lain dengan mudah asalkan memiliki akses internet. Entah itu melalui website, aplikasi maupun application programming interface (API). 

Jenis Layanan Cloud Storage

Penyimpanan awan

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan Anda, kapasitas server yang digunakan juga akan meningkat. Oleh sebab itu, perusahaan penyedia layanan cloud computing juga akan membebankan biaya berlangganan yang lebih mahal kepada Anda.

Menurut model layanannya, cloud storage dibagi menjadi 3, yaitu:

  1. Public cloud storage : Pada jenis yang satu ini, data perusahaan Anda akan disimpan dalam sebuah data center yang juga digunakan oleh perusahaan lainnya. Model layanan ini cocok digunakan untuk menyimpan data yang kurang terstruktur. Dibandingkan dengan model lain, penyimpanan awan model ini biasanya relatif lebih murah.
  2. Private cloud storage: Pada model layanan penyimpanan awan ini, sebuah perusahaan memiliki data center-nya sendiri atau meminta perusahaan penyedia jasa cloud computing untuk menyediakan server khusus untuk mereka (dedicated server). Layanan cloud storage model ini biasanya dibutuhkan oleh perusahaan yang ingin memiliki kontrol penuh atas pengelolaan dan penyimpanan data mereka. 
  3. Hybrid cloud storage: Sesuai dengan namanya, model layanan penyimpanan awan ini memungkinkan perusahaan pengguna bisa memilih untuk menyimpan data-data penting mereka di private cloud atau dedicated server, sementara data-data yang kurang penting disimpan di public cloud

Kegunaan Cloud Storage

Fungsi cloud storage utamanya adalah untuk menyimpan data yang bisa diakses dari mana saja. Untuk menyimpan file atau dokumen misalnya, Anda hanya perlu mengunggah foto atau dokumen tersebut ke aplikasi storage seperti Google Drive atau OneDrive. 

Selain itu, membagikan data yang tersimpan di penyimpanan awal ini juga mudah. Faktanya, kelebihan cloud storage dibandingkan dengan menggunakan flashdisk adalah Anda tinggal klik share atau bagikan link dokumen tersebut dan mengirimnya ke orang lain. Orang yang mendapatkan kiriman tautan akan bisa mengakses dan atau mengedit dokumen tersebut.

Salah satu manfaat layanan cloud ini bagi bisnis adalah mendorong kolaborasi antar karyawan dengan murah dan mudah.

Kelebihan lain dari menggunakan penyimpanan awan dibandingkan dengan flashdisk atau alat penyimpanan lainnya adalah keamanan data yang lebih baik. Saat menggunakan flashdisk tentu Anda pernah takut jika alat tersebut hilang atau terkena virus karena lupa di-eject. Masalah-masalah ini tidak akan ada lagi jika Anda menyimpan data di penyimpanan berbasis awan. 

Data Anda dan perusahaan Anda akan disimpan di server yang dikelola dan dirawat sebaik mungkin oleh tim ahli, sehingga virus atau malware dalam bentuk apapun akan lebih susah masuk ke dalam sistem. Jika terjadi musibah, penyedia layanan biasanya memiliki Cloud Disaster Recovery sehingga data Anda bisa dikembalikan dengan aman.

Contoh Penggunaan Cloud Storage Bagi Bisnis

Misalnya, Anda memiliki perusahaan content creator management yang membantu lebih dari 20 orang content creator. Tugas dari perusahaan Anda termasuk mengedit dan mengunggah konten dari para content creator tersebut ke internet secara rutin. 

Dalam menjalankan pekerjaan ini, tentu Anda harus menyimpan data-data internal perusahaan dan konten-konten yang dibuat oleh content creator di bawah naungan perusahaan tersebut beserta data cadangannya. 

Karena perusahaan Anda membawahi lebih dari 20 orang talent dan harus mengunggah konten secara rutin, tentu tidak akan efektif jika menggunakan penyimpanan laptop perusahaan saja atau menggunakan hard drive saja. 

Sebab itu artinya, Anda harus menghapus data lama jika ingin menambahkan data baru apalagi jika data baru tersebut memiliki kapasitas yang besar. Selain itu, ini artinya Anda juga harus memasang hard drive tersebut ke gawai yang berbeda jika Anda akan menyunting dan mengunggah data tersebut ke internet dari gawai yang berbeda. Belum lagi jika hard drive hilang atau rusak. 

Sebagai solusinya, Anda bisa mengunggah data-data dari talent tersebut ke cloud storage. Dengan menggunakan penyimpanan awan ini, data-data konten tersebut bisa dibagikan, diunggah, bahkan disunting menggunakan gawai berbeda dengan mudah pula.

Jika komputer perusahaan Anda rusak, penyimpanan data di cloud storage masih bisa dipulihkan dan diakses kembali, termasuk jika hilang atau rusak karena bencana. Jadi, Anda tidak perlu khawatir atas kehilangan atau kerusakan komputer tersebut. Data-data perusahaan Anda akan aman. 

Salah satu penyedia layanan cloud storage yang memiliki fasilitas Disaster Recovery as a Service (DRaaS) adalah Link Net. Dengan menggunakan layanan cloud storage dari Link Net, data-data perusahaan Anda bisa dipulihkan setelah terjadi bencana dengan mudah dan lebih murah. Hal ini karena fasilitas Disaster Recovery as a Service di Link Net tidak dibebankan biaya tambahan untuk infrastruktur sekunder.

Penulis: Farichatul Chusna.

Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Lihat Semua Artikel Lainnya  
  Tautan Berhasil di Copy